TULUS ATAU TIDAK, TETAP INDAHKAN

Gambar (m.inilah.com)


Ketulusan dihargai ? harganya berapa ? Pertanyaan itu adalah sebuah pertanyaan yang banyak dilontarkan kaum millennial, dan seiring berjalannya waktu, kalimat kritis seperti itu dijadikan sebuah tren. Sobat, semua sudah pasti tahu arti dari ketulusan bukan? di mana Ketulusan kata dasarnya adalah Tulus dan mimin percaya, sobat juga pasti punya pengalaman membagikan sebuah ketulusan. Ketulusan adalah sebuah bentuk perasaan tanpa balas jasa ataupun materi yang diberikan seseorang terhadap orang lain. Ketulusan begitu berarti karena sebuah ketulusan menghadirkan keindahan berbagi dengan sesama. Namun apakah semua orang mampu memberikannya ?

Sobat motivasi, dalam kehidupan sehari-hari, banyak kita temui orang-orang dengan penuh ketulusan, namun catatan status di jejaring sosial, tidak sedikit membagikan perasaan kecewa mereka karena merasa ketulusan yang diberikan seakan tidak dihargai. Ketulusan tidak dihargai ? memangnya harganya berapa ? tiba-tiba jadi muncul banyak pertanyaan ya sobat, seperti pada pertanyaan kaum millenial diawal tadi, Ketulusan dihargai, harganya berapa. 

Sobat motivasi, mari kita mejawabnya. Ketulusan dihargai dan ketulusan yang tidak dihargai, harganya apa dan berapa ? kata Harga memiliki arti sebuah nilai maka muncul pertanyaan lagi, apakah betul ketulusan itu ada harganya ? kalau ada harganya, bagaimana dengan mereka yang pernah kecewa karena tidak dihargai ketulusannya ? apakah mereka tidak mampu membayar nilai itu ?

Sobat motivasi, secara materi ketulusan itu tidak bisa dibeli namun ia tetap bernilai karena hanya bisa dirasakan dengan hati. Secara moril, ketulusan itu berharga terbukti banyak orang mampu mengindahkan ketulusan seseorang dan tercipta sebuah keharmonisan dalam hidup. Namun apakah diantara sobat ada yang pernah ketulusannya tidak dihargai atau dinilai kebaikannya ? bagaimana respon sobat ketika mendapatkan hal itu ? kebanyakan pasti berkata saya pasti kecewa karena saya manusia biasa yang punya perasaan. Yupp, benar sobat. Pasti kita kecewa, namun hal penting yang harus kita ingat sekali lagi bahwa Ketulusan merupakan sebuah bentuk perasaan tanpa balas jasa ataupun materi yang diberikan seseorang terhadap orang lain artinya apapun yang mampu kita berikan terhadap orang lain tapi  ketika tidak dibalas setimpal dengan yang pernah kita berikan kepada mereka, kita harus tetap mengindahkannya. Kalau kita percaya ketulusan itu berharga atau bernilai, cukup kita menjadi pemberi ketulusan itu telah menjadikan kita orang-orang yang hebat, yang bernilai, karena yang salah bukan pada diri kita sang pemberi ketulusan tetapi yang salah adalah yang menerima ketulusanmu tidak mengindahkannya.

Sobat motivasi, sekali lagi, ketulusan itu identik dengan keikhlasan. Tidak bisa dibeli secara materi, namun bisa diindahkan. Tetap hargai atau indahkan mereka yang mampu atau tidak bisa memberikan ketulusan itu kepada kita, demikian juga kita harus bisa menjadi orang-orang yang mampu mengindahkan ketulusan  dengan begitu kita dapat mengindahkan mereka juga kehidupan kita . Salam Motivasi.

Posting Komentar

0 Komentar