Gereja Kristen, Sejarah Gereja, Sejarah Agama Kristen

Sejarah gereja pada bab 6 bukunya Hendrikus Berkhof, Dr. I.H Enklaarmembahas tentang Godaan dari pihak Gnostik, dimana  gnostic sendiri merupakan  ajaran yang mengatakan hikmat tinggi yang berahasia dan tersembunyi tentang asal dan tujuan hidup manusia. Ajaran gnostic mengajarkan allah tertinggi yang keadaannya adalah roh. Untuk Sejarah gnostic sendiri itu pada tahun 150 pusatnya di kota Alexandria. Di kota roma , Valentinus adalah ahli gnostic kristen yang paling banyak dikenal. Dan pada waktu itu, sikap greja terhadap gnostik , gereja menghadapai godaan yang besar tetapi gereja tetap berpaut kepada kuasa perjanjian lama, dimana hanya Allah bapa Yesus Kristus adalah allah pencipta.  
Pada Bab 7 membahas tentang Kritik  terhadap Gereja  Resmi, dimana kritikan tersebut dari berbagai pihak diantaranya dari pihak Marcian, pihak mercion menginsafi dan menunjukan dadar-dasar  ajaran Paulus. Munurut Ajarannya, dimana mercion mengatakan dunia diciptakan oleh allah yang menyatakan dirinya di dalam perjanjian lama. Allah itu tidak jahat, tetapi rendah derajatnya, Yesus tidak diutus oleh allah perjanjian lama, tetap oleh allah yang lain dan belum di kenal, allah itu ialah allah yang benar. tapi disitu dapat di lihat lagi bahwa walaupun dia berjasa kepada gereja, namua sebenarnya mercon kurang mengerti akan ajaran Paulus. Kritikan itu juga ia menyebarkan Kanon(ukurannya), surat-suratnya sendiri tentang kitab-kitab yang sah dan tidak sah.  Selain itu, Kritikan juga datang dari pihak montanisme/ gerakan pembagunan rohani. Namun pada waktu itu gereja mulai melawan asas-asas dari gerakan mintanisme dan gereja akhirnya terbuka dan melihat moralitasnya sendiri.
Bab 8 membahas tentang Senjata-senjata gereja, dimana kemenangan gereja pada tahun 150 dan 200 Gereja sanggup menolak segala yang ajaranya sesat, dan menginsafi wujud dan tugasnya. Ada 3 sejata yang dimiliki gereja adalah Kanon(Kitab perjanjian baru) yang di akui sah di samping perjanjian lama, Pengakuan iman untuk menetapkan ajaran gereja, dan Jabatan Uskup selaku penganti dan pembela kebenaran.
Bab 9 Gereja katolik yang lama. Saat Kebangkitan gereja yang lama, kebaktian masih di pengaruhi oleh kaum kafir, pandangan kafir yang menguasai kebaktian Kristen dari perjamuan kudus, baptisan Kristen yang di artikan salah, dimana khotba pada waktu itu tentang kemampuan dosa oleh rahmat Allah dalam Yesus Kristus. Saat itu juga timbulah masalah bagi gereja dimana soal disiplin. Makin besar suatu pengaruhi besar gereja terhadap dunia, bertambah juga roh dunia memasuki gereja. Pusat organisasi gereja ialah oknum uksup. Pada waktu itu, uskup roma di anggap yang paling utama atau pertama dipercaya dari yang lain. Sejarah Gereja katolik lama, Cypernianus seorang uskup chartaho di afrika utara yang tercatat penting untuk seluruh gereja. Dia mengatakan Gereja berhak mengampuni semua orang yang jatuh dalam dosa berat.
Bab 10 Theologia Gereka Lama, dimana pada waktu itu golongan/kaum Apologet  berusaha untuk menyesuaikan injil dengan semangat Zaman. Dengan membutikan bahwa hanya injil saja yang mengenapi segala cita-cita filsafat yunani(Allah bersemayam jauh di atas tempat ini yang tidak terhampiri), saat-saat kemudian hadir juga beberapa orang theologia ialah irenus yang mengarkan ajaran Alkitab tentang Yesus Kristus, Tertullianus, yang memandang relasi manusia dengan allah selaku seorang terdakwa di hadapan hakim. Clemens dari Alexandria yang menyesuaikan filsafatnya dengan ajaran Alkitab, yang terkhir yaitu Origenes dari Alexandria. Ia menafsirkan Alkitab secara alegoris artinya ia merohanikan cerita dan hikayat biasa.
Bab 11. Membahas tentang pergaulan hidup di dalam gereja lama. Disini, dilihat bagaimana orang Kristen meyatakan imannya di dalam pergaulan mereka sendiri dengan orang kafir.  Disini di jelaskan bahwa pergaulan hidup orang Kristen pada waktu , orang Kristen memiliki Derajat kebajikan, kebajikan kaum Kristen yang suci dan murni jujur berbeda jauh dengan segala kejahatan itu. Hal nikah dan rumah tangga di junjung tinggi di dalam jemaat Kristen, meskipun hidup lajang( tidak kawin) dianggap lebih suci oleh banyak orang. Ketiga yaitu milik. Milik itu adalah pinjaman Allah. Keempat yaitu perbudakan. Orang Kristen pada waktu itu memandang perbudakan sebagai suatu perkara yang biasa. Dan yang ke lima yaitu pergaulan umum, keenam yaitu pengamalan, dan ketujuh tentang perawatan orang sakit,disini orang kristenlah yang memperhatikan orang sakit.
Bab 12 membahas tentang Gereja dan Dunia : Gereja mengalamai peghambatan, dimana Penghambatan dan Perdamaian ,  waktu itu, kira-kira tahun 180, gereja Kristen makin besar hal itu menjadi suatu masalah politik yang sulit bagi Negara. Gereja dan kekaisaran masih dalam pertentangan dalam ajaran. Terjadi penghambatan , dan orang-orang Kristen mulai dianiaya oleh kaisar-kaisar. Hadirnya penghambatan , tidak lama akhirnya peghambatan itu diakhiri oleh Galerius. Walaupun saat itu orang Kristen disiksa dan dibunuh, namun sekali lagi gereja tidaklah lenyap seketika itu juga. Saat itu juga Constantinus Agung hadir  memberikan perdamaian juga.



Sumber ; Hendrikus Berkhof, Dr. I.H Enklaar, Sejarah Gereja(Jakarta : BPK Gunung mulia, Jakarta, 2009), 19 - 49)