Gereja Kristen, Sejarah Gereja, Sejarah Agama Kristen

Sejarah gereja dalam bukunya Dr. Hendrikus Berkhof dan Dr. I.H Enklaar, bercerita tentang
Dunia Hellenis pada awal sejarah gereja. Ada lima keadaan dunia hellenis pada awal sejarah gereja , diantaranya ;

-          Keadaan secara lahiriah. Keadaan ini dimana, dunia tempat gereja mulai timbul pada masa kekaisaran romawi. Pusat ke kaisaran yang besar ada di kota roma, tempat dimana kaisar-kaisar bersemayam. Dunia barat pada saat itu tidak mengalamai persatuan yang besar. Pada saat itu hanya ada 1 bahasa pergaulan yang di pakai yaitu bahasa yunani yang disebut bahasa Koine, artinya bahasa umum. Tidak ada batas-batas dalam kekaisaran waktu itu, saudagar-saudagar, pasukan kaisar, rasul-rasul bahkan penginjil yang biasa berpergian ke mana-mana untuk memasyurkan nama TUHAN. Demikian juga dengan Perdagangan dan lalu lintas di darat dan di laut mempererat hubungan antar semua bagian kerajaan. Ketentraman dan ketertiban  terdapat di semua daerah.
-          Keadaan secara batiniah. Kebanyakan Bangsa-bangsa di daerah perbatasan takluk kepada roma secara politik seperti orang Kopt di mesir, orang siria atau syam, orang yahudi, dan sebagainya), tetapi kebudayaan tinggi yang menguasai hidup rohani pusat kekaisaran romawi itu, kurang mempengaruhi bangsa-bangsa itu, artinya mereka masih memelihara sifat dan adatnya sendiri. disitu juga terjadi perbedaan suasana antara semangat romawi di bagian barat dan yunani di bagian timur. Jadi pada Zaman itu, akibat dari perbedaan atau pencampuran bangsa-bangsa itu, bangsa-bansa itu kehilangan ketentraman jiwa dan adat yang baik. Kesopanan mulai lenyap. Suasananya jadi berbeda dengan dahulu penduduk hidup dengan sentosa menurut adat istiadatnya dan agamanya masing-masing. Sehingga membuat orang-orang bertanya, apa yang harus mereka perbuat dan diharapkan agar mereka bisa selamat di dunia dan akhirat ?
-          Pengaruh Agama-agama timur. Pada keadaan ini, hadirlah agama-agama dari timur, agama tersebut menjanjikan sebuah kelepasan bagi umat manusia, kelepasan dari segala kesukaran di dunia. Kehidupan dalam kesusahan di dunia dan di pandang sebagai persediaan saja untuk kehidupan yang sempurna. Ajaran- ajaran timur tersebut memberi manusia suatu ilmu kebajikan yang baru, suatu perasaan keamanan dan perlindungan yang menghiburkan hati, serta pengharapan yang sungguh akan di bebaskan kelak dari segala kesulitan dan kesengsaraan yang di derita. Dari abad yang yang pertama- sampai yang ke tiga, berkembanglah  ibadat kepada dewa-dewa asing di seluruh ke kaisaran. Dewa-dewa antara lain : dewi isis dan dewa osiris di negeri mesir, baal di siria, dewa mitra di persia, dan dewi kybele di asia kecil. Berbagai macam ilmu juga, diantaranya ilmu nujum( astrologia) dari babel juga banyak dan agama-agama rahasia(misteri) dari yunani juga bertambah banyak. agama-agama tersebut mengajarkan, bahwa dunia yang fana dan bersifat sementara ini berdasarkan dan berbatasan suatu yang lain. semua dewa pada saat itu dianggap sama saja bagi mereka. Mencampur-adukan agama di sebut dengan sinkretisme.
            Jenis agama ini juga dapat di sebut Pantheisme dan dualisme. Pantheisme ialah kepercayaan bahwa semua(=pan), yakni alam dan segala isinya, termasuk manusia juga, yang bersifat ilahi, sedangkan dualisme dunia ini terbagi atas dua bagian yang bertentangan yakni yang nampak dan tidak nampak, Zat benda dan roh, tubuh dan jiwa yang lahiriah yang jahat dan  yang batiniah yang baik. Perlu kita ingat lagi bahwa, pandangan itu sangat berlawanan dengan alkitab dan gereka kristen, dan itu yang membuat pngaruh yang cukup besar bahkan memerosotka hidup dan theologia gereja sepanjang abab.
-          Penyembahan kepada kaisar. Pada permulaan tarikh masehi, ibadat kepada kaisar adalah hal yang penting. Kebiasaan itu timbul karena ada pandangangan umum dari timur, bahwa kaisar mengandung khasiat yang mengatasi dunia kodrati(alamiah) ini, bahkan ia berasal daripada dunia ilahi. Kaisar di anggap sebagai anak ilah dan TUHAN. Jadi, pada saat itu, siapa yang tidak berbakti kepada kaisar dianggap sebagai musuh negara.
-          Imu filsafat. Jadi disini, pada waktu gereja memasuki dunia zaman helleneisme itu juga ada beberapa golongan ahli filsafat yang kenamaan, baik di yunani, maupun di italy dan di lain-lain negeri. Nama-nama filsuf tersebut antara lain , seneca(guru kaisar nero), Epictetus dan kaisar markus Aurelius(161-180). Dan pada abad ke dua, filsafat plato, yang hidup di yunani 400 tahun sebelum kelahiran kristus, ayik juga di pelajari di barat, sehingga pada waktu itu pandangan-pandangannya sangat berpengaruhi hidup rohani orang banyak yang percaya terhadap agama. Filsafat plato mengajarkan jiwa berasa dari dunia ilahi yang terang dan murni, tetap sekarang terkurung dalam zat benda yang gelap dan jahat.
Bab 2 “ Kaum Yahudi”
Pada bab dua buku ini, membahas tentang  Kaum Yahudi, dimana Gereja yahudi mulai timbul di tengah bangsa yahudi , dan perkabarannya pertama-tama di tujukan kepada orang yahudi dalam perserakan.
Keadaan Yahudi pada zaman itu di tandai dengan di mulai ;
-          Di tanah palestina. Pada masa kelahiran gereja, tanah palestina takluk  kepada pemerintahan romawi. Ada beberapa bagian-bagian di palestina yang di kepalai untuk di bagian selatan palestina(yudea)  di kepalai oleh seorang wali negeri romawi, di antaranya pilatus , festus, felix,  raja bagian utara(galilea) pada masa itu adalah herodes antipas. Agama yahudi sangat bebas, mereka berhak menyembah allahnya menurut hukum-hukum tauratnya. Mereka di pimpin oleh majelis”Sanhedrin” anggotanya terdiri dari iman-iman dan ahli taurat. Pusat agama yahudi di bait allah di yerusalem, namu cenderung orang yahudi tidak sempat berbakti kesana, sehingga tiap-tiap agama yahudi di bangungkan rumah ibadat(sinagoge), tempat mereka berhimpun di hari sabat dibawah pimpinan ahli taurat. Lambat laun, ahli taurat itu lebih berkuasa daripada golongan iman.
-          Harapan akan kedatangan mesias. Disni, orang yahudi memiliki semangat yang tinggi, walaupun secara rohani mereka merasa dirinya tertindas, tetapi hati mereka, senantiasa mengharapkan tibanya kesudahan alam yang telah dekat, dimana TUHAN akan menghakimi semua bangsa kafir dan akan memulihkan kedudukan umat-Nya. Kedatangan mesias(Almasih) yang di janjikan itu, dinantika dengan kerinduan yang besar.
-          Hal Melakukan Taurat. Dalam hal ini, orang-orang golongan farisi yang telah masuk agama Kristen, mereka berusaha mengenapi segala hukum taurat yang telah di ajarkan oleh ahli-ahli taurat. Tetapi sayang sekali, kesalehan mereka secara lahiriah saja, buka rohaniah, sehingga mereka bersikap congkak dan munafik. Selain golongan farisi, ada juga partai iman yang berkuasa pada waktu itu, ialah orang saduki. Umumnya kaum yahudi percaya kepada kitab kudusnya, yakni perjanjian lama, dengan itu mereka dapat melawan pengaruh agama kafir.
-          Diaspora. Diasporan atau perserakan atau juga bisa disebut sebagai penyebaran kelompok agama. Pada bagian ini, kaum yahudi mereka berdagang di segala kota besar di sekitar bagian timur laut tengah dan di kota roma. Selama berserak serak, namun mereka tetap setiap kepada agamanya. Mereka di beri hak mempunyai pengadilan sendiri ; mereka pun di bebaskan dari kewajiban mempersembahkan korban kepada kaisar.
-          Pengaruh yahudi : Orang kafir banyak yang sakit hati dengan sikap orang yahudi yang sombong, namun banyak dari mereka yang menghargai agama itu, dan orang kafir yang sungguh-sungguh telah masuk agama yahudi dan takluk kepada taurat, disebut “Proselit”(Penganut agama yahudi). Orang-orang proselit yang menyambut pengkabaran injil dari rasul-rasul, menjadi perantara  bagi gereja untuk memasuki dunia yunani-romawi.
-          Philo dari Alexandria : Philo adalah seorang filsuf yahudi yang berusaha menyesuaikan ajaran perjanjian lama dengan filsuf yunani dari plato dan stoa.  Philo mau membuktikan bahwa segala hikmat yunani sudah terdapat juga dalam taurat dan dalam surat-surat nabi-nabi israel. Metode philo ini berpengaruh dalam sejarah gereja, karena kemudian ditiru  oleh parah pemimpin kristen, yang juga mecoba membela agamanya dengan memcocokan ajaran injil dengan filsafat kafir.
Bab 3 Jemaat Kristen Yang Mula-mula
Pada waktu itu, mulai-mulai jemaat Kristen hadir, di ceritakan dalam beberapa latar belakang, diantaranya ;
-          Keadaan sidang itu.  hari kelahiran adalah ialah hari keturunan roh pada pesta pentakosta,  murid-murid dipenuhi dengan roh kristus, sehingga mereka berani bersaksi, tentang kelepasan yang dikaruniakan Tuhan kepada dunia.
-          Sifat pertama besifat komunis ? banyak orang mengatakan bahwa jemaat yang mulai-mula itu bersifat komunis, berhubung dengan penjualan harta benda yang hasilnya dibagi-bagikan  di antara semua saudara sesuai dengan keperluan masing-masing( kis 2: 24 dyb). Tetapi hal itu bukanlah komunis,  karena pemberian itu tidaklah resmi, pun tidak di haruskan.
-          Karunia-Karunia. Pada masa itu tak sedikit orang kristen yang diberi Tuhan “Karunia roh” atau “karunia oleh Roh Allah”, seperti karunia menyembuhkan orang sakit, mengadakan mujizat, bernubuat dan “karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh”(glosolalia). Dalam sejarah gereja, dapat kita lihat, bahwa pada abad-abad kemudian juga orang kadang-kadang juga di anugerahi karunia seperti itu.
-          Gereja menjauhkan diri dari keyahudian.
Dalam hal ini, orang kristen di yerusalem mula-mula belum sadar akan panggilannya terhadap dunia, tetapi segala yang di derita oleh orang yahudi menjadi alat dalam tangan Tuhan untuk mecelikkan mata mereka guna melihat tugasnya. Yakni menyebarkan injil kepada semua bangsa. Supaya maksud itu tercapai,  perlulah kaum kristen memisahkan diri dari agama yahudi. Pemisahan itu mulai sesudah pembunuhan stefanus, yang menegaskan bahwa taurat dan korban agama yahudi tak berharga lagi oleh kedatangan kristus. Lalu jemaat kristen sangat dianiaya oleh sanhedrin, sehingga mereka lari kemana-mana. Dengan jalan itu, injil mulai di kabarkan di luar negeri. Gereja tak terkurung lagi dalam batas-batas adat  dan agama yahudi ; gereja sedunia mulai berkembang.
-          Pertikaian : disini, Munculah perselisihan antara jemaat muda di antara orang kafir dengan jemaat induk di yerusalem. Paulus mengutus bahwa hanya iman kepada Yesus Kristus saja yang membawa orang kepada keselamatan, sehingga orang kafir yang telah bertobat tak usah lagi memenuhi segala tuntunan taurat, misalnya sunat. Dan banyak orang kristen diantara kaum yahudi tak setuju dengan pendirian itu.
-          Kemunduran Jemaat di Yerusalem : disini, kuasa jemaat di yerusalem semakin surut.  Jumlah anggota menajdi sedikit jika dibandingkan di luar negeri yang bertambah besar. Menjelang pemusnaan yerusalem tahun 70 oleh panglima romawi titus, maka orang kristen asal yahudi meninggalkan kota itu, karena tidak setuju dengan cita-cita dan maksud kaum pemberontak yahudi. Para ebionit(miskin) itu dianggap penyesat-penyesat, karena mereka menolak ajaran paulus, dan tidak mengakui pula, bahwa Yesus di lahirkan oleh seorang Perawan. Namun lama kelamaan orang ebionit ini dilupakan orang, semenjak palestina diduduki oleh Orang Arab pada Abad ke VII tidak kedengaran lagi tentang golongan kristen bekas yahudi yang kecild an terpencil itu.
Bab 4 “Zaman Sesudah Para Rasul
-          Perkembangan Gereja : Pada masa sesudah rasul ( 70 -140 M) terjadilah perubahan perubahan besar terhadap gereja kristen baik secara lahiriah maupun batiniah. Perkembangannya sangat cepat. Namun secara pasti cara berkembangnya itu masih kurang di ketahui. Pusat gereja pada waktu itu masih di negeri-negeri pantau timur laut tengah. Perkembangan gereja sepesat itu diakibatkan oleh rajinnya semua orang percaya dalam bersaksi tentang Nama Tuhan Yesus Kristus.  Dalam hal ini, walaupun dalam bilangan kecil hitungan dari penduduk kafir, gereja sadar akan kdudukannya yang tinggi. Gereja mengangap dirinya sebagai tujuan ciptaan Allah, alat Tuhan untuk menyelamatkan dunia, israel yang rohani dan benar, yang bertentangan dengan kaum yahudi yang durhaka itu dan umant Tuhan yang baru dari Zaman akhir.
-          Organisasi : Pada awalnya pimpinan gereja di amanatkan kepada rasul-rasul, pengajar-pengajar atau guru-guru agama, mereka di pilih dan di hormati karena kuasanya atas karunia yang mereka miliki. Disamping itu ada penatua dan syamas yang bertugas mengamati jemaat, mengurusi keuangan , organisasi dan lain-lain.
-          Kebaktian : Dalam kebaktian ini, jemaat kristen berkumpul pada hari minggu dimana pada hari pertama dari suatu minggu TUHAN YESUS bangkit. Mereka selalu melakukan perjamuan bersama dalam perkumpulan itu, dengan memakan roti dan minum anggur. jemaat berdoa, bernyanyi, dan mendengarkan penjelasan Alkitab.
-          Ajaran dan kebajikan : Disini, jemaat kristen masih tetap percaya bahwa allah saja yang dapat memberi keselamatan, tetapi yang di pentingkan sebenarnya bukanlah lagi kebenaran yang di anugerahkan oleh Tuhan, melainkan usaha dan perbuatan-perbuatan manusia untuk mencapai kebenarannya sendiri. Sesudah manusia menerima rahmat Tuhan dan baptisannya, yang olehnya segala dosa dihapus, maka wajiblah manusia berdaya upaya untuk hidup berkebajikan sesuai dengan Firman Tuhan.
Bab 5 Pertikaian Antara Gereja dan Dunia
Pada bab 5 ini, di bahas dibahas sejarah gereja pada masa pertikaian antara gereja dan dunia.
-          Sebab-sebab pertikaian itu : Awalnya kaum kristen dianggap oleh negara romawi sebagai maszhab Yahudi. Setelah dilihat lagi sebetulnya agama kristen bukan agama kebangsaan yang diizinkan melainkan agama baru. Dan agama kristen ini selalu mendapat sindiran orang yang tidak berdewa. Kaum kristen dibenci karena berlainan dengan masyarakat umum. Sehingga orang banyak meyangka segala bencana tak lain karena murka dewa-dewa atas kedurhakaan orang kristen.
-          Penghambatan : Penghambatan pertama terjadi di kota roma, dimana pada waktu itu kaisar nero  mempersalahkan orang kristen atas kebakaran besar yang memusnahkan sebagian dari ibu negeri itu(roma). Tapi disini, kaisar nero ternyata yang membuat kebakaran itu. selain itu peghambatan juga belum berakhir, dibawah pemerintahan domitianus, orang kristen masih di tindas, dan Pendindasan berkurang di bawah pemerintahan Trayanus, yang beranggapan bahwa orang kristen bukan orang-orang jahat.
-          Sikap Jemaat dalam Kesengsaraan : Walau begitu banyak penindasan sikap para saksi kristen memiliki sikap yang gagah berani sangat menarik hati. Maut yang ngeri itu tidak mengetarkan mereka ; malah sebaliknya mereka gembira, dan bersyukur kepada Tuhan, karena mereka itu di pandang layak menjadi “Martyr” atau saksi yang mati syahid untuk Yesus kristen, dengan ambil bagian dalam senggara Tuhan.
-          Orang Apologet : Apologet adalah para penulis surat pembelaan terhadap kaum kristen. Yang paling terkenal yaitu Yustinus Martyr yang mati syahid di roma tahun 165. Seblum bertobat masuk kristen dia adalah seorang penjelaja negeri dengan mengajar dan berkhotba. Yang kemudian dia melanjutnya pekerjaannya sebagai pekabar injil.
-          Celcus :  Celcus adalah seorang filsuf yang pandai, mengemukaan bermacam tuduhan yang tajam terhadap injil dan pengikut kristus. Menurut dia, agama kristen berasal dari tipu daya Yesus bersama murid-muridnya., kemudia celcus di bantah oleh Origenes.
Disini saya dapat menyimpulkan bahwa, kehidupan mula-mula kaum yahudi diawali dari kekaisaran roma itu sampai hadirnya jemat Kristen dalam sejarah gereja selalu dipenuhi dengan tantangan dan kesengsaraan. Dalam beberapa kasus, ketika mereka mencoba mempertahankan dan menyebarkan injil Tuhan, mereka selalu di tindas dan ditolak , banyak dari orang kafir yang memandang mereka sebagai peyesat dan sebagainya, walau demikian, orang-orangt kafir juga banyak yang ikut mereka. Begitu juga hadir berbagai agama lain dari timur, yang mempengaruhi, juga hadir beberapa filsuf-filsuf yang menentang Ajaran Kristen sampai muncul pertikaian. Patut di hormati yang membuat mereka bertahan dengan iman mereka adalah harapan bahwa akan kedatangan mesias. Meskipun kebanyakan orang di roma dan di tempat lain menolak ajaran kristen, namun di beberapa tempat, mereka juga di berikan kebebasan dalam perkumpulan mereka. Kaum yahudi memegang kepercayaan mereka dengan kesungguhan sampai kemana mereka pindah, atau berdagang hingga ke luar negeri. perdagangan itu menjadi suatu penybaran agama.




Sumber : Hendrikus Berkhof, Dr. I.H Enklaar, SEJARAH GEREJA, Gunung mulia, Jakarta, 2009, Hal 1 - 19