Proses Bisnis adalah Sekumpulan tugas atau pekerjaan yang berhubungan dengan kegiatan proses yang dilakukan untuk mencapai hasil bisnis yang ditetapkan untuk pelanggan tertentu atau pasar. Suatu proses bisnis bisa dipecah menjadi beberapa subproses yang masing-masing memiliki atribut sendiri tapi juga berkontribusi untuk mencapai tujuan dari superprosesnya. Beberapa karakteristik umum yang dianggap harus dimiliki suatu proses bisnis adalah:
  1. proses bisnis harus memiliki batasan, masukan, dan keluaran yang jelas.
  2. Aktifitas proses bisnis harus berurutan sesuai waktu dan ruang.
  3. Suatu proses bisnis harus mempunyai pelanggan.
  4. Perubahan yang terjadi dalam proses harus memberikan nilai tambah pada penerima. Maksud memberikan nilai tambah yaitu meberikan manfaat dan nilai guna yang lebih untuk penerima. Contoh: proses accounting, misalnya proses hasil perhitungan terjadi kesalahan, dari kesalahan tersebut bisa dilakukan pengecekan kembali hingga perhitungannya benar. Sehingga penerima tidak merasa dirugikan.
  5. Suatu proses tidak dapat berdiri sendiri, melainkan harus terkait dalam suatu struktur organisasi.
  6. Suatu proses umumnya, walaupun tidak harus, mencakup beberapa fungsi.
Tiga jenis proses bisnis:
  1. Proses manajemen, yakni proses yang mengendalikan operasional dari sebuah sistem. Contohnya semisal Manajemen Strategis
  2. Proses operasional, yakni proses yang meliputi bisnis inti dan menciptakan aliran nilai utama. Contohnya semisal proses pembelian, manufaktur, pengiklanan dan pemasaran, dan penjualan.
  3. Proses pendukung, yang mendukung proses inti. Contohnya semisal akunting, rekruitmen, pusat bantuan.
Proses bisnis melingkupi hal-hal sebagai berikut:
  1. Tujuan atau sasaran.
  2. Membutuhkan input.
  3. Menghasilkan output.
  4. Membutuhkan sumber daya untuk memproses masukan.
  5. Aktifitasnya secara berurutan.
  6. Proses tersebut dapat melibatkan lebih dari satu bagian.
  7. Memberi keuntungan dan kemudahan untuk pelanggan pertama atau terakhir
Beberapa proses-proses suatu organisasi:

  1. Individual precesses. Proses yang dilakukan sendiri.
  2. Vertical or Functional Processe. Proses yang terdapat suatu departemen atau unit fungsional tertentu.
  3. Horizontal or cross-function processes. Proses yang melintasi beberapa unit fungsional atau pada konteks supply chain dapat mengatasi perusahaan yang berbeda.
Pengelolaan Proses Bisnis

Pengelolaan proses bisnis serangkaian kegiatan yang dilakukan dalam koordinasi dalam lingkungan organisasi dan teknis. Kegiatan ini bersama-sama mewujudkan tujuan bisnis.Proses bisnis yang dikelola dengan baik akan menghasilkan bisnis sesuai tujuannya. Pengelolaan Proses Bisnis dibagi menjadi :

  1. Pembagian tanggung jawab
  2. Wewenang
  3. Peran
  4. dan tugas dalam organisasi
        Kebijakan “top managemen
        Manajerial “middle management”
        Operasional “low management”.

Sistem pengelolaan proses bisnis dan contohnya!

Peran dari proses bisnis itu sendiri adalah dalam peningkatan total revenue dan mengurangi total cost dalam perusahaan. Oleh karena itu, jelas sekali bahwa pengelolaan daripada proses bisnis perusahaan akan sangat menentukan keberhasilan dalam mencapai keunggulan bersaing. 

Contoh organisasi profit yaitu Meminimalisir modal dan meningkatkan keuntungan misalkan perusahaan Indofood mempunyai tujuan yang sangat jelas yaitu untuk menghasilkan maupun menyediakan barang guna untuk mencari laba dan memenuhi kebutuhan masyarakat guna kelangsungan hidupnya.

Contoh organisasi nonProfit yaitu LSM (Lembaga swadaya masyarakat). Sebuah organisasi yang didirikan oleh perorangan ataupun sekelompok orang yang secara sukarela yang memberikan pelayanan kepada masyarakat umum tanpa bertujuan untuk memperoleh keuntungan dari kegiatannya. Kegiatan dilakukan untuk kepentingan masyarakat umum, tidak hanya untuk kepentingan para anggota seperti yang di lakukan koperasi ataupun organisasi profesi.

Contoh LSM di Indonesia adalah Lembaga Swadaya Masyarakat Wisata. Lembaga Swadaya Masyarakat Wisata adalah suatu lembaga kewisataan khususnya Pariwisata, yang mendorong pelestarian objek-objek wisata alam, seni kebudayaan traditional yang hampir dilupakan, menggali potensi kebudayaan Nenek moyang kita untuk mempersatukan generasi penerus dan sebagai sasaran ke ingin tahuan para turis Manca Negara untuk datang ke Indonesia . Sudah jelas tujuan utama dari organisasi ini,yakni bukan semata-mata untuk mendapatkan laba melainkan untuk melestarikan kekayaan objek wisata seperti yang telah diulaskan sebelumnya. Sumber daya entitas berasal dari para penyumbang yang tidak mengharapkan pembayaran kembali atas manfaat ekonomi yang sebanding dengan jumlah sumber daya yang diberikan. Tidak ada kepemilikan seperti lazimnya pada organisasi bisnis, dalam arti bahwa kepemilikan dalam organisasi nirlaba tidak dapat dijual, dialihkan, atau ditebus kembali, atau kepemilikan tersebut tidak mencerminkan proporsi pembagian sumber daya entitas pada saat likuiditas atau pembubaran entitas.

Untuk menggunakan sistem, langkah awal yang harus dilakukan oleh pengguna adalah memilih pertanyaan terkait dengan proses bisnis seperti pertanyaan yang ingin menemukan proses atau sub proses, pelaksana atau partisipan terkait dengan proses bisnis tertentu, dan variabel yang digunakan pada proses bisnis tertentu.Contoh Sistem pengelolaan proses bisnis .Contonya yaitu sistem sistem Business Process Management (BPM). Sebuah solusi sistem BPM yang lengkap akan men-support seluruh fase dari Process Lifecycle yaitu mulai dari Definisi Proses, Eksekusi & Kontrol Proses, hingga Monitoring dan Perbaikan Proses. Process Lifecycle ini berbentuk suatu loop tertutup dimana setelah fase terakhir, proses akan selalu dapat berulang ke fase pertama kembali. Dukungan terhadap full process lifecycle seperti ini tentunya akan sangat membantu perusahaan dalam usaha dalam peningkatan kualitas proses bisnisnya yang berkesinambungan.

Pemodelan proses bisnis!

Pemodelan proses bisnis merupakan suatu langkah awal yang sangat penting dalam menghasilkan sistem informasi enterprise yang terintegrasi. Model bisnis adalah seperangkat asumsi tentang bagaimana organisasi menghasilkan nilai yang bermanfaat bagi seluruh komponen yang ada dalam organisasi. Manfaat yang jelas, pemodelan bisnis bagi organisasi adalah memperjelas karakteristik dan tujuan dari proses organisasi. Salah satu teknik pemodelan proses bisnis bagi organisasi yang tersedia pada saat ini adalah UML. Keberadaan UML sebagai teknik pemodelan pengembangan sistem informasi secara keseluruhan juga diiringi dengan munculnya tools pemodelan yang dapat digunakan oleh organisasi. Dalam makalah ini, akan mengulas tentang bagaimana cara mengidentifikasi pemodelan proses bisnis dalam organisasi dengan suatu pendekatan yang dinamakan dengan pendekatan object oriented. Bagaimana teknis pemodelan proses bisnis tersebut dilakukan, akan dituangkan dalam bentuk studi kasus yaitu pemodelan proses bisnis untuk kebutuhan perguruan tinggi.

Tahapan dan siklus proses bisnis!

Model proses bisnis bisa, dikelompokkan atas 9 (sembilan) tahapan (Gambar Model Proses Bisnis) yang menggambarkan siklus dari model proses yang akan dilakukan dalam menghasilkan sistem informasi enterprise (Montilva & Barrios, 2004).






Klasifikasi proses bisnis!

1. Kategori, merupakan tingkat tertinggi dalam klasifikasi proses bisnis, diberikan nomor item, seperti : 1.0 dan 3.0.

2. Kelompok Proses, merupakan item dalam klasifikasi proses yang dipertimbangkan dalam satu daerah proses, diberikan nomor item dengan satu desimal, seperti : 8.1 dan 9.1

3. Proses, merupakan item dalam klasifikasi proses yang dipertimbangkan sebagai suatu proses, diberikan nomor item dengan dua desimal, seperti : 8.11 dan 9.12

4. Aktivitas, merupakan semua item yang dipertimbangkan sebagai aktivitas-aktivitas di dalam suatu proses, diberikan nomor item dengan tiga decimal atau lebih, seperti : 8.3.1.1 dan 9.1.1.1

Klasifikasi proses bisnis yang dikembangkan oleh APQC ini ditujukan untuk menjadi model bagi perusahaan yang memungkinkan organisasi untuk melihat aktivitas-aktivitas berdasarkan sudut pandang dari beberapa industri lainnya. Pengklasifikasian proses bisnis ini sebagai bahan perbandingan untuk mengembangkan pendefinisian, proses-proses, dan pengukuran untuk proses perbaikan. Klasifikasi proses APQC mewakili serangkaian proses yang saling berkaitan secara sosiotechnical secara alami, penting untuk bisnis, dan mewakili enam dimensi utama dari organisasi, yaitu : komunitas/fungsi pengetahuan, proses-proses, isi, pasar, budaya, dan struktur organisasi. Klasifikasi proses bisnis yang dikembangkan oleh APQC berdasarkan lebih dari 80 organisasi yang memiliki keinginan untuk mengembangkan usahanya dengan menggunakan metode benchmarking di seluruh dunia.

Mengapa proses bisnis perlu dipahami dengan baik sebelum pembuatan sistem informasi ?

Proses bisnis sangat perlu di ketahui terlebih dahulu sebelum mebuat sistem informasi. Sistem Informasi nantinya akan sangat berpengaruh terhadap tingkat fleksibilitas dalam bisnis untuk pembangunan keefektif dan efisien. Yang nantinya akan mempengaruhi respon tinggi terhadap perubahan kondisi bisnis.

Keterkaitan antara pemodelan proses bisnis dengan tahapan analisa dan desain pembuatan sistem informasi adalah untuk mempermudah jalanya proses bisnis yang akan dilaksanakan sesuai tujuan. Ini juga merupakan langkah-langkah dalam merancang bisnisnya, sehingga orang-orang yang ada diorganisasi harus mengatahui alur sistem dan mengetahui urutanya proses bisnis untuk menghasilkan bisnis sesuai tujuan.

Sebagai contohnya bisnis di toko sepatu. Jika proses berbisnis dan tahap-tahapanya pelaksanaan bisnis tidak bejalan lancar, maka akan mengalami kebangkrutan.






















Sumber :